Senin, 04 Juli 2011

ARTI DARI SEBUAH PERBEDAAN

                                Seorang gadis terkulai lemas dengan selang oksigen yang tersambung pada lubang hidungnya.  Perlahan gadis itu pun membuka matanya setelah tak sadarkan diri selama beberapa hari. Sebuah penyakit kanker paru-paru yang telah membuatnya lemat tak berdaya, suatu penyakit yang telah merebut kebahagiaannya. Dilihatnya seorang lelaki hitam manis yang sedang menatapnya khawatir, seorang lelaki yang sudah lama ia tak jumpai, kira-kira 1 minggu yang lalu, seorang lelaki yang mempunyai hubungan special dengannya.

“kamu sudah sadar?” Tanya lelaki itu, gadis itu pun hanya mengangguk lemas

“papa sama mama mana?” Tanya gadis itu lirih,sepertinya kekuatannya belum pulih sepenuhnya

“papa kamu lagi ke kantor, mama kamu lagi pulang dulu, kasian dari kemarin belum istirahat” jawab lelaki tersebut

“kamu kok bisa kesini?” Tanya gadis tersebut

“hehehe… buat peri kecil ku apa sih yang engga mungkin” jawab lelaki tersebut sambil menggaruk tengkuknya, gadis itu pun hanya tertawa kecil

“mario, kenapa kamu disini?” Tanya seseorang yang tiba-tiba datang kepada laki-laki tersebut yang dipanggil Mario, gadis itu dan Mario pun tercegang kaget

“ify, kamu ngapain sama anak ini” Tanya orang tersebut kepada gadis tersebut yang dipanggil ify

“eng..eng.. itu pa..” jawab ify gugup

“saya hanya ingin menjenguk ify om” kata rio kepada laki-laki tersebut yang ternyata papanya ify

“berapa kali saya harus bilang, jauhi anak saya” bentak papanya ify

“pa..” panggil ify lirih

“keluar kamu Mario” bentak papanya ify lagi

“tapi om, saya ingin bertemu ify” bantah rio

“keluar mario, jangan ganggu hidup anak saya” kata papanya ify dengan nada tinggi

“yasudah, saya pulang dulu om, ify aku pulang dulu ya” kata rio lembut yang kemudian melangkah gontak keluar kamar perawatan ify

“rio..” panggil ify lirih, aliran sungai kecil pun terbentuk di wajah manis ify

“lupakan rio, dia itu berbeda dengan kita” bentak papanya ify yang langsung meninggalakan ify yang masih menangis

-----

_ify P.O.V_


                Papa jahat, aku benci papa. Kenapa sih papa tidak memboleh kan ku berhubungan dengan rio. Aku sangat menyayangi rio. Memang, awalnya papa mengizinkan ku untuk berteman dengan siapa saja, dan awalnya papa juga merestui hubungan ku dengan rio. Tetapi setelah mengetahui rio berbeda dengan ku, papa langsung melarang ku berhubungan dengan rio,bertemu rio saja pun dilarang.

                Kisah ku memang hampir mirip dengan romeo dan Juliet, tetapi aku benci dengan kisah tersebut, aku tak mau mati sia-sia hanya karena cinta,aku juga tak pernah mengerti dengan kisah romeo dan Juliet, membaca novelnya saja pun aku tak pernah.

                Awalnya aku hanya seorang gadis biasanya yang tak berdaya, tetapi semenjak kedatangan rio, hidupku sedikit berwarna. Dia selalu mengistimewakan ku, aku merasa sangat nyaman apabila didekatnya. Aku pun bertemu dengannya dengan cara yang sangat kebetulan.


Pada saat itu aku yang habis sholat ashar disebuah masjid besar, saat itu aku melihatnya sedang duduk merenung dipekarangan masjid tersebut. Karena penasaran aku pun menghampirinya

“assalamualaikum” sapaku, tetapi dia tak menjawab dia hanya menatapku bingung, ku lihat sebuah kalung bertanda salip yang menggantung dilehernya

‘ya allah’ pikirku kaget, ya semenjak itu aku tau kalau dia berbeda dengan ku, aku memang seorang muslimah, tetapi aku bukanlah seorang jilbaber alias seseorang yang menggenakan jilbab, aku juga buka seseorang yang menggenakan pakaian yang terbuka, paling hanya kaos dan sebuah celana jeans

“hei..”sapa ku yang agak kikuk karena tadi aku salah berkata

“hei juga” balasnya

“emm… kamu kenapa kok bisa ada disini?” tanya ku hati-hati takut dia tersinggung

“entah kenapa aku merasa tenang disini” jawabnya, aku pun hanya tersenyum tipis

“yaudah, aku duluan ya, mau ada urusan” kata ku yang beranjak pergi

“nama kamu siapa?” tanyanya

“ify” jawab ku

“aku Mario, panggil aja rio” katanya

“see you next time ya” lanjutnya, aku pun memperlihatkan kedua jempol ku, dia pun tersenyum manis kepadaku. Ya Allah, senyum yang membuatku melayang, senyum yang terngiang-ngiang difikiranku, apakah ini yang dinamakan cinta? Tapi aku dan dia berbeda, entahlah, aku tak mau berpusing-pusing.

-------

                Pertemuanku yang kemarin-kemarin itu membuatku lebih dekat dengannya, ku lihat ia lebih sering duduk dikursi tersebut, kursi didepan sebuah masjid dekat kampusku. Ya, aku sekarang sering sekali mengobrol dengannya. Entah mengapa aku merasa sangat nyaman dekat dengannya. Kedekatanku pun diketahui oleh orang tuaku karena rio yang kadang-kadang mengantarku pulang. Orang tua ku pun tak melarangku untuk dekat dengannya, mungkin karena orang tua ku mengetahui adalah seseorang yang baik dan sopan.

Sampai pada suatu hati dia mengajakku untuk bertemu dengannya disebuah kafe, entah apa yang ingin ia bicarakan, tapi ini menurutku sesuatu yang sangat penting untukku dan untuknya. Aku melangkah menyusuri kafe tersebut untuk mencari dimana keberadaannya.ku lihat ia sedang duduk disebuah meja yang tepat dipojok kafe tersebut, aku pun menghampirinya. Aku sedikit terpana dengan penampilannya saat ini, ya ia saat ini hanya memakai kemeja berwarna merah dengan jas berwarna putih, cukup simple memang, tetapi ia sekarang terlihat tampan, menurutku sangat tampan. Ia juga tak ketinggalan memakai sebuah kalung salip dan sebuah gelang rantai yang melingkar dipergelangan tangannya, aku memang kurang suka dengan seseorang lelaki yang menggunakan gelang dan kalung, tetapi aku tak mengubrisnya

“hei..” sapaku ketika sudah menghampirinya, dia pun menoleh kepadaku, aku rasa ia sedikit terpana dengan penampilanku yang menurutku sangat simple ini, hanya sebuah drees merah selutut dengan menggunakan lengan

“udah lama?” tanya ku
“engga kok” elaknya, tiba-tiba seorang pelayan menghampiri kami dan meletakkan sebuah makanan, aku menatapnya sambil mengernyitkan dahiku, dia pun hanya tersenyum tipis

“sori, dari pada kamu menunggu lama, jadi aku pesan untuk mu” jelasnya, aku pun hanya mengangguk. Aku mengangkat kedua tanganku dan mulai memanjatkan doa sebelum makanku. Ku lihat dia juga berdoa, tetapi caranya berbeda denganku, dia menyatukan kedua tangannya dan mengaitkan jari-jarinya dan setelah itu tangan kanannya menyentuh bahu kanan dan kirinya dan juga menyentuh dahinya.

“kamu mau ngapain ngajak aku kesini?” tanyaku yang membuka pembicaraan dengannya

“emm… sebenernya ada yang aku ingin bicarain ke kamu” jawabnya

“yaudah, ngomong aja” kataku santai

“aku mencintaimu” katanya yang membuatku melongo, hampir saja aku tersedak, aku pun menatapnya tidak percaya

“aku tau aku bukanlah seorang cowok yang romantis, tetapi jujur aku mencintaimu sejak aku bertemu denganmu, would you be a my girl?” lanjutnya

“eng..eng… kau tau kan kita berbeda?” tanyaku hati-hati, takut dia tersinggung

“maksudmu?”

“emm.. aku seorang muslim dan…” ucapku menggantung

“ya, aku seorang kristiani” selanya, aku pun mengangguk lemas

“tapi aku mecintaimu fy” lanjutnya

“sesungguhnya aku juga mencintaimu” kata ku, dia pun tersenyum lebar

“coba sekarang kita jalani saja, entah apa yang akan terjadi setelah ini, tetapi apa kah kau berani mengambil konsekuensi yang besar?”lanjutku, dia pun mengangguk mantap

-------

                Setelah kejadian tersebut hubungan kami pun berjalan dengan lancarnya, sampai orang tuaku mengetaui dengan hubunganku dengan rio, awalnya orang tua ku mengizinkan ku, tetapi setelah kejadian itu, kejadian dimana saat rio mengantarku pulang

“masuk dulu yo” kata ku setelah turun dari motornya rio, dia pun mengangguk dan segera mengikutinku

“assalamualaikum ma, pa” sapa ku, ku lihat mama dan papaku yang sedang duduk sambil menonton tv, aku pun menghampiri mereka dan mencium tangannya, rio pun mengikutiku dan mencium kedua orang tuaku, tetapi aku agak kaget melihatnya yang masih mengenakan kalung salipnya

“rio, apakah agamamu berbeda dengan kita?” tanya papaku, skak mat, aku dan rio sama-sama tak bisa membuka mulutku, lidah kami terasa kelu

“benarkah rio?” tanya papaku yang mengulang pertanyaannya, aku menghela nafas berat, rio pun hanya mengangguk perlahan

“pergi kamu rio, dan jauhi anak saya” kata papaku dengan nada yang meninggi, rio pun hanya pasrah dan berjalan gontai keluar dari rumah ku, air mataku pun berjatuhan

“ify, kenapa kamu berhubungan sama rio yang jelas-jelas berbeda dengan kita?” bentak papaku

“ify sayang sama rio pa” jawab ku

Pllllaaaakkkk….

Tamparan keras yang tercipta dipipiku yang berbekas berwarna merah

“papa jahat” kataku yang kemudian aku berlari menuju kamarku

-----

                Aku membenamkan wajahku sambil memeluk lututku, air mataku yang masih mengalir dengan derasnya, sudah beberapa hari aku mengurung diri dikamar, aku juga tak mengetahui bagaimana kabar dengan rio. Aku sudah terlanjur cinta dengannya, entah apa yang sekarang aku harus lakukan.

Ckkeeeaaakkk….

Pintu kamarku dibuka oleh seseorang, aku tak memperdulikannya aku hanya mengangkat
kepalaku dan menghadap keluar jendela.

“fy, kamu makan ya” bujuk mamaku sambil membelai rambutku, aku pun hanya menggeleng, memang aku sedari kemarin belum makan, entah kenapa nafsu makanku hilang begitu saja

“ayolah nak, nanti kamu sakit” bujuk mamaku, aku pun tetap menggeleng

“kamu tau kan kalo papa itu keras kepala, papa juga seorang yang taat beribadah” jelas mamaku, aku mengangguk lemah

“sudahlah, jangan kamu fikirkan, kalau dia memang jodoh kamu pasti ga akan kemana-mana” kata mamaku, aku pun tersenyum tipis, mamaku pun meninggalkan kamarku. Aku berjalan menuju kamar mandi yang ada didalam kamarku, aku membasuh wajahku, terlihat wajahku yang sangat kusut dengan mataku yang sembab. Tiba-tiba aku merasakan dadaku yang terasa sesak, nafasku yang beraturan

Uhhuukkk..uuhhhuukkk…

Aku terbatuh dengan tanganku yang menutupi mulutku, aku buka tangan kananku yang ku genggam, terlihat cairan merah kental yang berada ditangan kananku

‘darah’ pikirku kaget, cepat-cepat ku ambil air untuk membersihkan bagian mulut dan tanganku

Brrruuukkk…

Seketika pandanganku gelap, aku tak sadarkan diri

>>>

                Ya, disinilah aku, aku hanyalah seorang yang lemah tak berdaya, aku terbaring dirumah sakit. ‘rio..rio..rio’ sebuah nama yang masih terngiang-ngiang difikiranku.

“aku harus bertemu dengan rio diakhir sisa hidupku ini” batin ku, ku raih botol infusanku, dan ku cabut ujung selang yang berada ditangan kananku

“aaww..” ringisku kesakitan, tetapi aku harus tahan, DEMI RIO!!!. Aku berjalan sempoyongan menuju keluar dari rumah sakit, entah apa yang sedang aku pikirkan sekarang, aku akan melakukan semuanya untuk rio.

--------

RIO P.O.V

                Aku melangkahkan kakiku menuju sebuah taman, entah mengapa aku sangat ingin menuju taman ini, sesungguhnya aku sangat merindukan ify, sesosok gadis yang telah mewarnai hidupku. Aku memang baru kemarin menjumpai gadisku dirumah sakit, tetapi itu hanya sebentar. Langkahku terhenti ketika melihat seorang gadis yang sedang duduk dibangku taman. Aku sangat ingin menghampiri gadis tersebut, tetapi entah mengapa hati ku ini sedikit ragu. Dengan memberanikan diri aku pun menghampiri gadis tersebut untuk mengetahui siapa dia

--------

AUTHOR P.O.V

                Rio berjalan menghampiri gadis tersebut, telihat gadis tersebut dengan rambut yang berantakan dan ia pun masih  mengenakan pakaian rumah sakit.

“ekkhhmmm…” rio yang berdeham membuat gadis itu menoleh ke rio, sejenak pandangan mereka bertemu disuatu titik

“ify” pekik rio ketika melihat gadis tersebut yang ternyata adalah ify

Brrukkk,,,

Ify menubruk rio dan langsung memeluknya

“aku kangen sama kamu” kata ify

“aku juga fy” kata rio sambil membalas pelukan ify, terasa pelukan ify yang mengendur, ia merasakan nafasnya yang mulai sesak, nafasnya yang mulai tak beraturan, rio yang belum menyadari perubahan dari gadisnya tersebut

“fy..” panggil rio

“….”

“ify..”

“…”

“fy,,.fy,,fy,,”  panggil rio yang mulai khawatir dengan keadaan ify, ia pun melepaskan pelukkannya, dilihatnya wajah ify yang mulai memucat dengan nafas yang tak beraturan

“fy.. kamu kenapa fy? Kamu gapapa kan?” tanya rio khawatir

“a..ku ga..pa..pa kok” kata ify lirih dengan nafas yang tersenggal-senggal yang membuat rio semakin khawatir

Brrruukkk….

Ify terjatuh pingsan tepat dipangkuan rio

“fy..fy,, kamu kenapa fy?” tanya rio panik, rio pun mengangkat tubuh ify dan membawa ify pergi dengan cepat

--------

                Keheningan tercipta saat ini, disebuah lorong bernuansa putih terdapat seorang pemuda sedang duduk dengan wajah yang sangat khawatir, air mata yang mulai turun tetapi ia cepat-cepat menghapusnya

“fy, kamu harus bertahan demi aku” batin cowok tersebut yang tak lain adalah rio

‘aku harus ngabarin ortunya ify’ pikir rio, ia pun cepat-cepat merogoh kantung celananya untuk menemukan hanphonenya

“argh.. sial, low bat” katanya emosi yang hampir membanting ponselnya tersebut

‘wartel’ sebuah tempat yang tiba-tiba terlintas dibenaknya, ia pun bergerak segera menuju tempat tersebut

-------
                Rio yang telah selesai menghubungi orang tuanya ify, ia pun kembali berlari menuju rumah sakit, ia sangat menghawatirkan bagaimana keadaan ify, karena apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada ify, ia tak akan pernah memaafkan dirinya. Saat ia tiba diperempatan jalan, ia pun segera berlari menyebrang karena menurutnya pada saat itu keadaan jalan sedang sepi. Tanpa ia ketahui sebuah mobil yang sedang berjalan kencang yang sedang berjalan menuju kearahnya

Brrrraaakkkk…..

Kecelakaan pun tak dapat dihindari, tubuh rio terlempar cukup jauh dan membentur aspal yang membuatnya mengeluarkan banyak darah segar

---------

                Suasana haru biru mengiringi pemakaman ini, alam pun menangis dengan turun hujan rintik-rintik. Taburan bunga ditaburi didua buah gundukan tanah yang bernisan ‘MARIO STEVANO ADYTIA HALING’ dan ‘ALYSSA SAUFIKA UMARI’ yang berdampingan. Dua sejoli yang meninggal kemarin dalam waktu yang hampir bersamaan. Ya, kecelakaan kemarin merenggut nyawa rio, dan ify yangtak kuat lagi menahan penyakitnya.

                Sekarang, mereka bisa tenang dialam sana, dialam yang berbeda dengan kita. Mereka bahagia karena mereka bisa hidup bersama tanpa dihapuskan oleh perbedaan

********

Rio untuk Ify
Ify untuk Rio
Namun semua apa mungkin
Iman mereka yang berbeda

Tuhan memang Satu
Mereka yang tak sama
Harus kah mereka lantas pergi
Meski cinta takkan bisa pergi

********

TAMAT

----------------------------

*tutup kuping tutup mata, jongkok*
huuuuaaa,,,,
pasti jelek kan???
saya udah tau kok,,
orang ini cuma cerpen iseng..
kalo ada yang mau baca silahkan,,
ga ada juga gapapa kok,,

follow my twitter ===> @ade_mila
trims,,,

__ade nurmyla fauziati__

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar